Viral! Warga Iran Menjilat Tempat Suci dan Mengklaim 'Tidak Takut dengan coronavirus'

Sebuah rekaman mengejutkan telah beredar di media sosial yang menunjukkan para jamaah Iran menjilati tempat-tempat suci.
Viral! Warga Iran Menjilat Tempat Suci dan Mengklaim 'Tidak Takut dengan coronavirus'
(Metro)

Nusantaratv.com- Sebuah rekaman mengejutkan telah beredar di media sosial yang menunjukkan para jamaah Iran menjilati tempat-tempat suci dan mengklaim tidak takut dengan wabah koronavirus yang mematikan.

Pejabat telah mengkonfirmasi 978 kasus di Iran dan 54 kematian, angka kematian tertinggi dari negara manapun di luar China.

Tetapi para pemimpin agama terus menolak saran dari Departemen Kesehatan untuk menutup tempat-tempat suci untuk membantu menghentikan penyebaran infeksi.

Video yang mengkhawatirkan yang diposting di media sosial menunjukkan para jamaah mengatakan bahwa mereka 'tidak peduli apa yang terjadi' dan 'saya tidak takut dengan coronavirus'.

Seorang anak bahkan dipuji karena menjilati sebuah kuil di kota Qom di utara, yang telah menjadi pusat penyebaran wabah Iran.

Dilaporkan Metro, rezim Iran 'membahayakan kehidupan Iran dan dunia' dengan menjaga situs-situs suci tetap terbuka.

Menyentuh dan mencium permukaan di tempat-tempat suci adalah praktik umum bagi para peziarah, dan kelompok garis keras agama berpendapat bahwa tempat suci Qom adalah 'tempat untuk penyembuhan'.

Tetapi banyak orang Iran khawatir lembaga ulama tidak menganggap serius wabah itu, sementara pekerja kesehatan Iran dilaporkan mengakui jumlah orang yang meninggal akibat coronavirus bisa lima kali lebih banyak dari angka yang diklaim oleh pemerintah.

Pemerintah belum mengunci Qom tetapi telah memberlakukan pembatasan luas seperti pembatasan siapa yang diizinkan masuk dan keluar kota.

Pensiunan guru Ziba Rezaie, 62, dari Qom, mengatakan: 'Bau desinfektan telah menjadi mimpi buruk saya. "Kota ini berbau seperti kuburan, kamar mayat."

Kepala program kedaruratan Organisasi Kesehatan Dunia, Mike Ryan, memperingatkan Iran mungkin menghadapi wabah yang lebih buruk daripada yang dipahami.

Pihak berwenang mengumumkan infeksi pertama Iran dan dua kematian akibat virus itu pada 19 Februari.

Para pejabat Iran, termasuk Presiden Hassan Rouhani, telah berulang kali menolak kekhawatiran yang diajukan oleh banyak orang Iran mengenai penanganan wabah, dengan mengatakan semua langkah yang diperlukan untuk mengatasi krisis telah diambil. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0