Viral Begal di Kawasan Underpass Titi Kuning Medan Berbekal Celurit, Tangan Pengendara Ini Nyaris Putus

Pelaku Langsung Membacok Tangan Kanan Korban Menggunakan Celurit dan Membawa Kabur Motornya.
Viral Begal di Kawasan Underpass Titi Kuning Medan Berbekal Celurit, Tangan Pengendara Ini Nyaris Putus
Kawanan begal beraksi di Underpass Titi Kuning Medan. (Capture)

Jakarta, Nusantaratv.com - Kawanan begal berbekal senjata tajam jenis celurit beraksi di kawasan Underpass Titikung Medan, Sumatera Utara (Sumut), pada Selasa (7/1/2020) sekitar pukul 05.20 WIB.

Aksi kejahatan mereka menjadi viral di media sosial (medsos), setelah menimpa seorang pengendara motor bernama Wakit, berusia 60 tahun, warga Ujung Serdang, Gang Misngak, Kecamatan Tanjung​ Morawa, Medan.    

Dilansir dari Medanbisnisdaily, Rabu (8/1/2020), Ari Koko, anak Wakit, yang membuat laporan di Polsek Delitua, mengungkapkan peristiwa itu terjadi saat orang tuanya hendak pergi bekerja menuju sebuah pabrik plastik di Gang Ladang, Kecamatan Delitua menggunakan sepeda motor Honda GL Pro BK 4002 FF yang sudah dimodifikasi seperti trail warna biru.​ ​

Dijelaskannya, ayahnya dipepet 2 orang pelaku saat tiba di Jalan Tritura, Kelurahan Titukuning, tepatnya di persimpangan Jalan Undaerpass Delitua. Pelaku mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion. 

Ketika berada tepat di samping kanan korban, pelaku yang dibonceng mengenakan helm warna putih menarik baju lenganya, sehingga korban berhenti. Begitu pelaku dan korban berhenti, saat itu juga pelaku langsung membacok tangan kanan korban menggunakan celurit. Korban yang kesakitan lantas melepaskan pegangannya dari sepeda motornya.

Baca Juga: Viral, Pengendara Perempuan Dibegal Payudaranya

Menyaksikan korban sudah tidak berdaya lagi, pelaku langsung merampas sepeda motor korban dan membawanya kabur. Sementara korban langsung bergeser duduk ke pinggir jalan sambil memegang tangannya yang terluka.​

Beruntung korban segera ditolong warga untuk selanjutnya dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Mitra Sejati dengan kondisi tangan berdarah. Setibanya di RS, korban meminta warga untuk​ menghubungi keluarganya.

Karena korban terluka parah akibat sabetan celurit, pihak RS menyarankan kepada keluarga korban untuk dilakukan operasi. Tapi, karena korban tak memilik kartu BPJS Kesehatan dan persyaratan dari RS harus ada surat keterangan dari pihak yang berwajib, membuat Ari terpaksa mendatangi Mapolsek Delitua.

"Ayah saya berangkat kerja, setiap hari pergi pagi dan selalu menaiki sepeda motor yang telah dirampas pelaku begal. Namun tadi pagi, ayah saya kena rampok, dan tangannya terluka parah akibat dibacok," ujar Ari.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0