‘Social Distancing’ dan ‘Physical Distancing’, Apa Bedanya?

Sejak Covid-19 statusnya ditingkatkan sebagai pandemi, muncul istilah social distancing di tengah masyarakat.
Physical distancing bukan 'hati' yang berjarak./pexels

Nusantaratv.com - Sejak Covid-19 statusnya ditingkatkan sebagai pandemi, muncul istilah social distancing di tengah masyarakat. Menjaga jarak diantara antar individu terpaksa diterapkan untuk mencegah penularan virus corona.

Selain social distancing, pemerintah juga menghimbau kepada warga agar selalu menjaga kebersihan dan menghindari tempat-tempat keramaian.

Mengutip laman Hipwee, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bermaksud meluruskan penggunaan istilah social distancing. Dr. Maria van Kerkhove, seorang peneliti WHO lebih suka memilih menggunakan istilah physical distancing. Kita memang harus menjaga jarak phisik, tetapi hal ini bukan berarti kita harus menjauhkan diri secara sosial dan bahkan berperilaku rasis.

Dari laman Rappler, di Filipina, beberapa instansi pemerintah disana mulai giat menggunakan istilah physical distancing. Di zona ekonomi, pemerintah Filipina telah mengeluarkan pedoman khusus untuk pekerja.

Baca Juga: Cek Fakta : Benarkah Obat Antimalaria Ampuh Melawan Virus Corona?

Terkait social distancing dan physical distancing, ada dua poin yang perlu diketahui.

Jaga Jarak Fisik bukan Hati

Lebih baik dirumah sejenak agar memperlambat penyebaran virus corona (Pexels/Andrea Piacquadio)

Agar masyarakat dunia tidak salah paham atas imbauan untuk ‘jaga jarak’, WHO lebih memilih untuk menggunakan istilah physical distancing ketimbang social distancing. Jarak Fisik saja yang harus dijaga, bukan kemanusiaan.

Selanjutnya

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0