Kisah Sedih Gadis Kecil Yang Berjuang Melawan Virus Corona

Di tengah merebaknya wabah virus ini, muncul sebuah catatan kecil yang viral di media sosial dengan nama "Diary of a Girl in Wuhan"
Kisah Sedih Gadis Kecil Yang Berjuang Melawan Virus Corona
Seorang wanita di kota Wuhan / Foto: Ist

Jakarta, Nusantaratv.com - Korban virus corona semakin bertambah. Bahkan, kini penyakit mematikan ini sudah menyebar ke seratus lebih negara di dunia.

Di negara asalnya Wuhan, China, penyakit ini sudah menjangkit 102.257 korban. Sebanyak 3.497 orang sudah tewas, 57.659 orang dinyatakan sembuh dan sisanya masih terus berjuang dalam hidup atau mati.

Rasa panik dan takut pastinya terus menghantui setiap orang. Semua orang tak bisa berbuat apa-apa. Hanya bisa mencegah dan berharap para ahli dapat segera menemukan vaksin untuk menumpas virus ini. 

Di tengah merebaknya wabah virus ini, muncul sebuah catatan kecil yang viral di media sosial dengan nama "Diary of a Girl in Wuhan".

Pada catatan tersebut, seorang gadis asal kota Wuhan, China yang tak diketahui namanya itu menuliskan hari demi hari yang dilalui selama berjuang melawan virus mematikan tersebut. 

Dilansir dari Bored Panda, tulisan gadis kecil asal kota Wuhan yang penuh dengan warna emosional itu juga membuat banyak warganet meneteskan air matanya. Virus Corona telah mengambil hal yang paling berharga dalam hidupnya. Merenggut nyawa ayah dan ibunya. 

Dan dia juga harus menghadapi kenyataan getir, terinfeksi oleh virus yang mematikan tersebut.

Dalam catatannya, ia menceritakan pengalamannya saat menjalani karantina bersama 60 juta orang di Wuhan. Bahkan, gadis kecil itu juga meminta bantuan melalui media sosial.

23 Januari
Mereka mengkarantina Kota Wuhan, aku takut. Kami butuh bantuan, ibuku semakin sakit. 

26 Januari
Ibuku menelepon, katanya rumah sakit tempatnya dirawat akan memindahkannya ke Jinyintan (rumah sakit khusus untuk penyakit menular). Aku tak yakin jika ini adalah kabar baik. 

28 Januari
Ibuku telah pergi (meninggal dunia). Jangan balas, jangan juga berikan like. Aku sedang dalam suasana hati yang buruk. 

29 Januari
Menunggu ayah menyelesaikan CT scan, aku tak tahu berapa lama ini akan memakan waktu. Aku duduk di trotoar, aku tak pernah merasa begitu sedih, begitu tak berdaya seperti ini seumur hidupku. Ini adalah patah hati yang terburuk, tetapi aku harus berada di sisi ayahku sampai akhir. 

2 Februari
Membantu ayah cek ke rumah sakit hari ini, seperti ketika ayah menemani ibu pada 24 Januari kemarin. Hari itu hujan deras. Aku berharap aku memiliki kesempatan terakhir yang cukup baik untuk ibuku. Hari ini gerimis. Ayah menyuruhku menjauh dan berkata padaku agar tak mengunjunginya lagi. 

4 Februari
Aku memimpikan ibu. Dia tidak ada dalam mimpi itu, tetapi aku tetap mencarinya dan bertanya kepada semua orang: ‘Apakah kamu melihat ibuku? Dia tak tahu kalau ayah sakit, aku sedang mencarinya'. 

Kemarin
Kegagalan pernapasan, cara yang begitu kejam untuk meninggal. Ibu, maukah engkau membawa ayah ke surga di mana dia bisa bernapas dengan bebas? Jangan khawatirkan diriku. Hari ini aku meminta ayah untuk mengingat wajahku dan suaraku.

Ketika aku masih kecil, ibu sering berkata, jika aku tersesat, ibu akan datang dan menemukanku, dan dengan tanda lahir yang ada di tubuhku, ibu akan tahu bahwa aku adalah anakmu. Aku tahu ketika nanti kita bertemu lagi, engkau akan langsung mengenaliku.

20 jam lalu
Ayah, aku kehilanganmu. Engkau pergi dan bertemu dengan ibu sekarang, tunggulah aku bergabung dengan kalian. Kita akan pulang bersama. 

12 jam lalu
Aku sangat takut. Aku juga terinfeksi.

Viralnya curhatan milik gadis kecil di media sosial membuat banyak orang bergerak untuk memberikan pertolongan. Bahkan, beberapa wartawan di Tiongkok juga mulai menghubunginya dan menanyakan kabarnya saat ini.

Dan, kabar terakhir yang datang dari sahabatnya, gadis kecil yang terinfeksi virus corona tersebut sedang dalam perawatan di sebuah rumah sakit.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
1
angry
0
sad
18
wow
0