Ilmuwan Asal AS Minta NASA Selidiki Klaim Manusia Berasal Dari Mars

Bill Nye Sebut Batu Dari Planet Merah Memiliki Bukti Jika Manusia Berasal Dari Mars.
Ilmuwan Asal AS Minta NASA Selidiki Klaim Manusia Berasal Dari Mars
Bill Nye, seorang ilmuwan terkenal asal AS. (News Week)

Jakarta, Nusantaratv.com - Bill Nye, seorang ilmuwan terkenal asal Amerika Serikat (AS), melobi pemerintah Negara Paman Sam itu untuk memberikan dana tambahan kepada NASA untuk alasan yang sangat tidak biasa.

Dia ingin sampel batu dari Mars dibawa kembali ke Bumi untuk dianalisa, karena menurutnya, batu dari planet itu memiliki bukti jika manusia berasal dari Mars. "Jika hidup dimulai dari Mars terlebih dahulu, hal ini luar biasa tapi tidak 'gila' untuk menyatakan jika Anda dan saya adalah keturunan makhluk Mars. Itu adalah hipotesis luar biasa," kata Bill kepada Politico, dilansir dari Daily Star, Senin (9/3/2020).

"Bukan uang sebanyak itu untuk mengubah jalan sejarah manusia," lanjutnya.

Dia mengatakan keseimbangan probabilitas mengungkap jika hidup di sistem Tata Surya berasal dari Mars, bukan dari Bumi. "Saya memikirkan secara mendalam tentang ide ini. Mars lebih kecil dari Bumi. Planet itu menjadi dingin lebih cepat dibandingkan dengan bumi. Hal itu karena ada lautan disana dan atmosfer sekitar satu miliar tahun sebelum Bumi. Jadi, masuk akal jika hidup dimulai dari Mars," tambah Bill.

Baca Juga: Asteroid Seukuran Gunung Everest Akan Dekati Bumi Bulan Depan

Diketahui, Bill adalah teknisi untuk Boeing sebelum sukses berkat seri dokumenter 'Bill Nye the Science Guy dan Bill Nye Saves the Wolrd'. Dikatakannya, untuk mengatasi gravitasi Mars untuk mendapatkan sampel dari Planet Merah itu akan menjadi tantangan terbesar.

"Kami telah meluncurkan penjelajah ke Bulan, kami meluncurkan penjelajah ke asteroid. Bahkan sulit melakukannya di asteroid karena gravitasinya begitu kecil. Tapi mendarat di Mars, Anda akan membutuhkan banyak bahan bakar untuk memasuki orbitnya. Kemudian misi NASA, misi keempat dari rangkaian misi ini, akan membawa sampel kembali," tutur Bill.

Bill mengatakan jika masalah kontaminasi dari organisme Mars berpotensial diabaikan, dan bisa di atasi dengan cara apapun. "Hal pertama yang dikatakan oleh setiap anggota kongres adalah Apakah mereka khawatir mencemari Bumi dengan debu Mars? Jawaban saya adalah ya!" cetusnya.

"Jika Anda memikirkannya, mereka memikirkannya. Para ilmuwan roket itu memikirkannya. Ketika Anda melihat benda-benda lain yang kembali dari asteroid, tidak ada kontaminasi dan tidak ada organisme yang mematikan. Permukaan Mars cukup steril. Selanjutnya, Anda dapat merencanakan untuk itu. Ini bukan akhir dari dunia," imbuhnya.

Baca Juga: Foto NASA Ungkap Lubang Misterius di Mars, Tempat Kehidupan Alien?

Berbicara kepada mereka yang mengatakan jika ada cukup banyak masalah yang harus dipecahkan di Bumi sebelum menjelajah dunia, dia mengatakan akan menjadi kesalahan untuk melupakan eksplorasi ruang angkasa. "Kami memiliki semua jenis masalah di Bumi. Tapi ruang memunculkan yang terbaik dalam diri kita. Ruang optimis. Jika Anda berhenti melihat ke atas dan ke luar, apa yang dikatakan tentang Anda? Apa pun itu, itu tidak baik," tukas Bill.

NASA telah meminta 2,7 miliar dolar AS untuk misi sains planet di tahun anggaran berikutnya. Presiden Donald Trump telah mengumumkan program ambisius, termasuk bekerja menuju pendaratan permanen di Bulan.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
2
angry
1
sad
0
wow
1