Teknik-Teknik Dasar Fotografi

Fotografer terbaik adalah mereka yang dapat mengambil gambar yang bagus di tempat-tempat yang biasa-biasa saja. Lakukanlah ini. Pergilah keluar, kemanapun anda mau. Misalnya ketempat yang mungkin dikatakan orang jelek untuk mengambil gambar, tapi cobalah. Karena anda tidak tahu apa yang akan anda peroleh jika anda tidak mencobanya. Hal ini dapat menolong untuk meningkatkan kemampuan fotografi anda.
Teknik-Teknik Dasar Fotografi
Seorang Fotografer sedang melakukan salah satu teknik Fotografi (Sumber: Google)

Jakarta, Nusantaratv.com - Setelah mendapatkan tips dalam melakukan fotografi, sekarang saatnya menelusuri lebih dalam. Fotografi mempunyai banyak teknik yang dapat dipelajari. Setiap teknik akan menghasilkan hasil yang berbeda sesuai dengan kegunaannya. Teknik dasar fotografi menurut jenisnya yaitu:

1. Hyperfocal Focus

adalah jarak dari lensa ke suatu titik fokus, dimana dari titik fokus tersebut hingga tak terhingga (infinity) adalah tajam semua.
Dengan menggunakan teknik jarak Hyperfocal, kita juga mendapatkan bonus setengah dari titik fokus/Hyperfocal tersebut kearah lensa juga ikut tajam, atau biasa disebut dengan istilah fotografi: accpetabel sharpness.

(sumber: google)

Dengan kata lain, jika menggunakan teknik Hyperfocal maka jarak dari lensa ke suatu titik dimana drai titik tersebut ke depan akan tajam jika lensa difokuskan pada titik infinity. Atau dari titik tersebut hingga infinity akan tajam.

2. Selective Focus

adalah Teknik fotografi yang membuyarkan objek pada foto. Ada yang disebut objek depan dan objek belakang. Pada selektif fokus, foto akan mem-blur-kan objek depan atau objek belakang. Jika kedua objek blur maka foto dikatakan blur. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengatur fokus secara manual dan objek depan harus dekat dengan lensa kamera.

(sumber: Google)

3. Zooming

adalah teknik pemotretan untuk memperoleh hasil foto dengan kesan objek mendekat/menjauhi kamera. untuk itu digunakan lensa zoom. kecepatan yang digunakan sama dengan kecepatan yang digunakan pada teknik pemotretan panning,yaitu rendah atau dibawah 1/60, supaya saat tirai masih membuka sebelum menutup, ring zoom dapat diputar melebar atau memanjang sesui objek foto, sehingga diperoleh foto yang berkesan objek foto mendekat/ menjauh.

(sumber: google)

4. Panning

adalah teknik pemotretan dengan menggerakan kamera sesuai gerakan objek foto. kalau objek foto bergerak dari kiri ke kanan, maka kamera digerakan sesui gerakan tersebut. Tujuannya adalah adalah supaya gerakan tersebut terekam oleh kamera hanya lintasanya saja pada latar belakang objek foto secara blur bergaris.

(sumber: google)

5. Freezing

adalah teknik memotret pada sebuah objek yang sedang bergerak—misalnya air, orang yang sedang berolahraga dengan seolah-olah kita dapat menghentikan objek yang sedang begerak tersebut. Atau teknik yang membekukan objek secara keseluruhan elemen yang ada di frame. Jika kamu yang ingin mencoba teknik ini, gunakan kecepatan/speed lensa yang tinggi. Karena kalau menggunakan speed yang rendah, sudah dipastikan objek yang akan kamu ambil menjadi blur yang memberi kesan gerak sehingga foto tidak menjadi jelas dan kabur.

(sumber: google)

6. Bulb

adalah salah satu teknik fotografi yang memperlihatkan hasil foto dari cahaya. Hal itu berarti bahwa kita bisa menggambarkan suatu objek dengan cahaya itu sendiri. Nantinya, teknik bulb fotografi ini akan menghasilkan sebuah garis atau gambar yang terbentuk dari sumber cahaya yang digunakan. Jika didefinisikan, bulb berarti pengaturan kecepatan rana pada kamera yang disesuaikan dan memungkinkan untuk waktu pemaparan yang lama.

(sumber: google)

Untuk mendapatkan gambar dengan teknik ini, perlu diperhatikan agar kamera tidak bergetar sedikit pun. Hal itu dapat dilakukan dengan menggunakan tripod, atau dengan meletakkan kamera di tempat yang datar. Getaran yang muncul dari tangan dapat menyebabkan gambar menjadi kabur atau blur. Teknik ini juga akan lebih maksimal jika dilakukan dalam keadaan gelap atau minim cahaya di dalam ruangan dan pada malam hari, sehingga cahaya yang diambil bisa terlihat jelas.

7. Blurring

adalah kebalikan dari teknik panning. Memotret gerak dengan kecepatan rana cukup lambat namun tidak dengan menggerakkan kamera. Tujuan dari teknik ini adalah menangkap momen bergerak sehingga yang bergerak menjadi blur tetapi latar belakang atau ada obyek yang tidak sepenuhnya blur.   Secara teknis, caranya mirip dengan panning. Satu-satunya perbedaan adalah kamera harus tetap stabil (tidak digerakkan) saat memotret.

(sumber: google)

8.  siluet

adalah efek yang dihasilkan karena adanya perbedaan signifikan antara pantulan cahaya objek utama di bagian depan gambar dengan latar belakangnya. Untuk menghasilkan siluet, cahaya dari bagian belakang objek harus sangat terang kemudian ditangkap dengan mengukur luminitas cahaya latar belakang.

(sumber: Elvan Siagian/Ntv)

Fotografer terbaik adalah mereka yang dapat mengambil gambar yang bagus di tempat-tempat yang biasa-biasa saja. Lakukanlah ini. Pergilah keluar, kemanapun anda mau. Misalnya ketempat yang mungkin dikatakan orang jelek untuk mengambil gambar, tapi cobalah. Karena anda tidak tahu apa yang akan anda peroleh jika anda tidak mencobanya. Hal ini dapat menolong untuk meningkatkan kemampuan fotografi anda.

Teknik dasar dalam memotret dapat ditingkatkan seiring dengan percobaan dan pembelajaran yang anda lakukan setiap saat. Tanpa percobaan, sulit untuk meningkatkan kualitas teknik foto anda. Ingat, dunia fotografi adalah persaingan. Jika anda tidak dapat meningkatkan kualitas foto anda, maka sulit bagi anda untuk bersaing. Itulah sebabnya, tampilkan kreativitas serta bakat anda sepenuhnya untuk menciptakan foto yang keren dan menarik.

Kiranya artikel ini bisa bermanfaat.
Selamat mencoba....

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
1
funny
0
angry
1
sad
0
wow
1