Desa Kasuran Melarang Warganya Tidur di Atas Kasur

Desa Kasuran Wetan dan Kasuran Kulon melarang warganya tidur di atas kasur.
Desa Kasuran Melarang Warganya Tidur di Atas Kasur
Desa kasuran di Sleman melarang warganya tidur di atas kasur.

Nusantaratv.com - Tahun sudah memasuki 2020, teknologi pun telah berkembang pesat dan kemajuan zaman sudah begitu canggih. Tapi di zaman yang sudah begitu maju ini, masih ada juga lho suatu daerah yang masih begitu kuat mempertahankan tradisi leluhur.

Seperti yang terjadi di Madura, ada tiga desa yang menyarankan warganya tidur di atas pasir. Warga di daerah ini mempercayai bahwa tidur di atas pasir akan memperpanjang umur. Beda lagi yang terjadi di Sleman, Jogyakarta. Di daerah ini ada dua desa yang melarang warganya tidur di atas kasur. Desa ini bernama Kasuran Wetan dan Kasuran Kulon.

Jangan heran kalau berkunjung ke sini, kamu akan dilarang tidur di atas kasur, karena memang penduduk percaya bahwa tidur di kasur bisa mendatangkan malapetaka dan musibah. Kira-kira, apa yang menjadi penyebab berkembangnya kepercayaan ini ya? Simak dalam ulasan berikut ini yuk!

 

Kepercayaan yang sudah diwariskan turun temurun

Sama seperti masyarakat Madura yang tidur di pasir, tradisi tidur tanpa kasur ini pun merupakan warisan nenek moyang masyarakat Kasuran. Mereka sangat meyakini jika tidur di kasur, terutama kasur dari kapas, maka akan sakit. Bahkan bisa mati. Menurut cerita dari mulut ke mulut, mitos bermula dari pasutri Kiai Kasur dan Nyai Kasur. Keduanya adalah pengikut Pangeran Diponegoro.

Desa Kasuran

Sebagaimana diketahui Perang Diponegoro terjadi pada tahun 1825-1830. Konon, Kiai Kasur ingin tetap ikut Diponegoro, sementara Nyai Kasur melarang. Karena perbedaan pendapat, keduanya pisah ranjang (dan menetap di dua Desa Kasuran). Karena itulah mereka bersumpah untuk sama-sama tidak tidur enak hingga cita-cita Pangeran Diponegoro tercapai. Hingga saat ini, anak keturunan mereka memegang sumpah nenek moyangnya itu, seperti dilansir dari detik.com.

 

Tidur beralaskan tikar

Aturan ini tak hanya berlaku untuk penduduk lokal saja, tetapi juga para pendatang yang berkunjung ke dua desa ini. Rata-rata penduduk desa akan tidur di atas lantai yang dialasi oleh tikar. Ada pula yang mempunyai ranjang, namun di atasnya ditaruh tikar.

Tidur di atas kasur 

Karena sudah terbiasa, para warga ini juga merasa tak ada yang kurang dari hidup mereka. Sama seperti orang-orang yang memakai springbed empuk, mereka juga bisa tidur dengan nyenyak dan nyaman.

 

Pengalaman nyata yang dialami oleh warga

Pernah ada beberapa kejadian di mana para warga mencoba menggunakan kasur, namun mereka malah ditimpa hal yang tidak diinginkan. Seorang warga menceritakan kalau ada yang pernah tiba-tiba sakit saat mencoba tidur beralaskan kasur.

Desa Kasuran Sleman 

Tetapi sakit itu langsung hilang saat kasur yang digunakan dibuang. Ada juga yang pernah membuang kasur mereka ke tengah sawah, karena ada ular di dalam rumah saat mereka memakai kasur.

Hingga sekarang, tak ada satupun warga yang berani tidur di atas kasur. Mereka tetap percaya dengan kisah yang sudah diceritakan turun temurun itu. Kejadian-kejadian yang sudah terjadi itu menjadi bukti, bahwa memang lebih baik tidur tanpa kasur.

Sumber: boombastis.com

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
2
angry
2
sad
0
wow
0